Berlaku
jujur dalam kehidupan adalah tuntunan kebutuhan, yang selalu di junjung
di masyarakat apapun, karena itu tidak ada kehidupan yang bahagia,
aman, tentram, dan selamat, tanpa kejujuran. Dengan demikian, sang
generasi harus menjadikan jujur sebagai bagian dari kepribadian yang
abadi. Maka siapapun dalam hidup ini harus selalu melatih dan berproses
untuk menjadi orang jujur. Dan secara logika jujur itu bermanfaat bagi
kehidupan manusia, bukan dalam hubungannya dengan sang pencipta tetapi
juga dalam hubungan dengan sesama manusia dan alam semesta. Bahkan
hewanpun tidak akan luput dari kebohongan. Artinya belajar
ketidakjujuran lewat hewan, pada saatnya manusia pun akan menjadi korban
kebohongan kita.
Jujur Itu Indah
Pada masa sekarang masih adakah yang mau
berkata jujur? tidak perlu di jawab kalau akhirnya akan membawa kita
kepada beban hidup yang sangat berat. ya memang, berat! mengapa? karena
kejujuran berarti meredam kebohongan dengan meredam kebohongan anda
mencegah kemunafikan.
Sulit memang untuk selalu berkata jujur
dan bicara apa adanya kepada orang lain. Namun, mungkin itu jalan yang
terbaik untuk diri sendiri dan orang lain agar diri kita dan orang lain
dapat berpikir dalam berbuat dan bertindak. Akan tetapi jangan juga
terlalu apa adanya karena takut ada orang lain yang tersinggung dengan
ucapan kita, kita harus pandai menyikapi dalam berkata jujur. Kebiasaan
berkata jujur adalah cermin orang bermartabat, baik di hadapan manusia
apalagi di hadapan Allah SWT. Hidup menjadi tenang dan terarah.
Cobalah anda perhatikan oang yang selalu
berkata jujur, tutur katanya sopan tidak memaksa dan pembawaannya
tenang, akan tetpi lain dengan orang yang suka bohong. seakan kebohongan
menjadi senjata yang ampuh dalam menghindar dari satu masalah yang pada
akhirnya akan merugikan dirinya sendiri. Sebarkanlah budaya jujur di
manapun dan kapanpun untuk siapapun agar semua orang dapat merasakan
kebahagiaan dari manfaat berkata jujur.
Jadi pedagang, peagang yang jujur, jadi
pegawai, pegawai yang jujur, jadi pejabat, pejabat yang jujur, jadi
pemimpin, pemimpin yang jujur. Agar masyarakat atau rakyat ini menjadi
tenang dan makmur. Bukan malah sebaliknya ada yang mengatakan hidup
jujur tidak makmur, itu pandangan yang salah. Karena kalau kita
jujurapapun pekerjaan kita, maka kita akan disenangi oleh banyak orang.
Akan tetapi sebaliknya bila kita selalu berbuat bohong, maka akan
membuat hati resah dan selalu merasa salah karena selalu berbuat bohong.
Kebohongan akan mendekatkan diri kepada
kemunafikan, kemunafikan akan membawa kita kepada kesengsaraan,
kesengsaraan membawa kita kepada kebodohan, kebodohan akan membawa kita
kepada kekufuran, kekufuran membuat kita jaugh kepada Allah SWT, kalau
kita sudah jauh dari Allah SWT maka Allahpun akan jauh pula dari hidup
kita. Kalau sudah begini yang ada adalah kesengsaraan dunia jelas
apalagi di akhirat kelak.
Semoga dengan kejujuran yang tertanam
pada diri manusia, apapun permasalahan hidup yang kita hadapi akan
terasa ringan. Baik kehidupan rumah tangga, bermasyrakat dan juga
bernegara. Dan seandainya para petinggi kita yang sedang mengurusi kasus
bank century mau jujur maka keputusan yang akan di ambil pada final
nanti akan memberikan dampak yang positif bagi kemajuan Indonesia dalam
menuntaskan kejahatan intelektual maka bukan saja rakyat yang merasa di
untungkan akan tetapi yang berani berkata jujur pasti akan mendapat
manfaat
positifnya.
positifnya.
Mudah-mudahan Indonesia masih mempunyai
orangorang yang mau berkata jujur, jujur bukan saja dalam mengungkap
suatu permasalahan, akan tetapi jujur dalam segala bidang . Pedagang,
pegawai dan pemimpin dan pejabat. Yang memimpin harus lebih jujur dari
yang dipimpin bukan sebaliknya. Jadilah pejabat dan pemimpin yang jujur,
jujur dengan jabatannya tidak hanya untuk kepentingan pribadi atau
golongannya akan tetapi jujur untuk semua lapisan masyarakat yang telah
memilihnya dengan rasa jujur dan bertanggung jawab. Karena ingat
pertanggungjawaban bukan hanya di hadapan manusia akan tetapi di hadapan
Allah SWT yang Maha Adil dan Bijaksana dalam memutuskan hukuman-Nya.
Manfaat Kejujuran
Jujur merupakan sikap terpuji yang
dianjurkan oleh agama, ia selalu bersanding dengan kebenaran yang harus
dikawal dan ditegakkan, bahkan Allah SWT menyebut diri-Nya dengan Al-Haq
yang artinya Maha Benar.
Begitu juga para nabi dan Rasul-Nya
selalu mempunyai sifat Ash-Shidq yang berarti jujur.Jujur mempunyai
banyak manfaat dan khasiat bagi pelakunya baik di dunia maupun di
akhirat kelak. Kali ini, setidaknya akan diuraikan enam manfaat bagi
orang yang jujur dalam perkataan maupun perbuatannya.
Pertama, perasaan enak dan hati tenang,
jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan
diketahui kebohongannya. Baginda Rasul SAW bersabda, ‘’Tinggalkanlah apa
yang meragukanmu menuju perkara yang tidak meragukanmu, sesungguhnya
jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah keraguan.’’ (HR Turmudzi
dari riwayat Hasan bin Ali).
Kedua, mendapatkan keberkahan dalam
usahanya. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Dua orang yang berjual beli
mempunyai pilihan (untuk melanjutkan transaksi ataupun membatalkannya)
selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan
barangnya maka akan
diberkahi jual beli mereka, dan jika mereka merahasiakan dan berdusta maka dihilangkan keberkahan jual beli mereka.’’ (HR Bukhari)
diberkahi jual beli mereka, dan jika mereka merahasiakan dan berdusta maka dihilangkan keberkahan jual beli mereka.’’ (HR Bukhari)
Ketiga, mendapat pahala seperti pahala
orang syahid di jalan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Barang siapa
meminta mati syahid dengan jujur, maka Allah akan mengantarkannya ke
dalam golongan orang-orang syahid, walaupun ia mati di atas kasurnya.’’
(HR Muslim) .
Keempat, selamat dari bahaya. Orang yang
jujur walaupun pertama-tama ia merasa berat akan tetapi pada akhirnya
ia akan selamat dari berbagai bahaya. Rasulullah SAW telah bersabda,
‘’Berperangailah selalu dengan kejujuran! Jika engkau melihatnya jujur
itu mencelakakan maka pada hakikatnya ia merupakan keselamatan.’’ (HR
Ibnu Abi Ad-Dunya dari riwayat Manshur bin Mu’tamir).
Kelima, dijamin masuk surga, sebagaimana
sabda Rasulullah Muhammad SAW, ‘’Berikanlah kepadaku enam perkara
niscaya aku akan jamin engkau masuk surga: jujurlah jika engkau bicara,
tepatilah jika engkau berjanji, tunaikanlah jika engkau diberi amanat,
jagalah kemaluanmu, tundukkan pandanganmu, dan jagalah tanganmu.’’ (HR
Ahmad dari riwayat ‘Ubadah bin Ash-Shamit).
Keenam, dicintai oleh Allah dan
Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda, ‘’Jika engkau ingin dicintai oleh
Allah dan Rasul-Nya, maka tunaikanlah jika engkau diberi amanah,
jujurlah jika engkau bicara, dan berbuat baiklah terhadap orang
sekelilingmu.’’ (HR Ath-Thabrani). Demikianlah, jujur penting sekali,
terutama di masa ketika segala aspek kehidupan dipenuhi kepalsuan dan
dusta. Di manapun berada, kejujuran harus di atas segalanya. Jujur
adalah simbol profesionalisme kerja dan inti dari kebaikan hati nurani
seseorang.
0 komentar:
Posting Komentar