Selasa, 24 Juli 2012

Filled Under:

Trend ala BARAT? Ahh! PASARAN! Trend ala MUSLIM? Itu yang EKSKLUSIF!

Share

Seorang gadis belia, matanya bergerak—gerak menatap rupa—rupa pakaian dan aksesoris yang mejeng di dalam etalase mall. Dia melotot sambil berdecak kagum. Apa yang terjadi pada gadis ini? Ternyata dia lagi kena sindrom fashion ala Barat. Kalau ngeliat model fashion dan aksesoris terbaru, jadi nggak sadar dia kalau ilernya udah sampai berjatuhan di lantai. Gejala sindrom fashion ala Barat juga kelihatan dari dandanan gadis ini. Pipinya merah menyala kayak badut, bajunya minim alias kekurangan bahan, kadang— kadang pakai rok mini atau celana pendek sepaha, kadang pakai hot pants, biasanya dipadukan dengan tank top atau baju model kemben. Benar—benar gersang (seger merangsang) bagi remaja yang kurang iman. Ada banyak remaja yang sudah tertular sindrom fashion ala Barat. Mereka rela merogoh kocek dalam—dalam untuk memuaskan hasrat berdandan dan mengikuti trend ala Barat. Kalau nggak begitu, dunia serasa mau kiamat! Masya Allah…
WHAT’S WRONG?
       Apa sih sebenarnya yang terjadi di dunia fashion? Terutama kalau dikaitkan dengan kita sebagai generasi Islam. Perlu diketahui, sebenarnya sedang terjadi benturan antara budaya Islam dan budaya Barat. Budaya Barat inilah yang sekarang menguasai media secara global. Melalui media—media itu, mereka menampilkan para selebritis yang kemudian menjadi trendsetter dalam fashion, diharapkan agar mereka menjadi kiblat kita dalam berpakaian. Wow!
Sungguh terlalu! Sudah tahu kalau dandanan mereka aneh—aneh dan mengumbar aurat, nggak pantas banget ditiru oleh generasi Islam, tapi kenapa ya, masih ada aja yang latah, ikut—ikutan menampilkan trend ala Barat yang nggak jelas makna dan hukumnya. Cck!
       Selain itu, sebenarnya terjadi penghinaan terhadap martabat perempuan dalam tiap ajang fashion show. Perempuan dijadikan alat pelaris dagangan baju. Yang dinilai dari mereka, cuma tinggi badan, bentuk tubuh dan segala hal yang sifatnya fisik, bukan intelektualitas. Di sana, aurat perempuan diumbar di bawah lensa kamera, rasa malu dibuang jauh—jauh. Itu jelas penghinaan! Sayangnya, ada banyak perempuan yang nggak merasa terhina dengan semua itu. Sehingga mereka enjoy aja dengan trend ala Barat yang melekat pada diri mereka. Huft!!

PENJAJAHAN FASHION
       Tanpa kita sadari, kita ternyata sudah menyerahkan diri kita bulat—bulat kepada penjajahan fashion yang digulirkan budaya Barat. Beberapa tanda—tanda untuk orang—orang yang dijajah fashion ala Barat : Pertama, rela merogoh kantong untuk membeli produk fashion atau aksesoris yang harganya mahal nggak ketulungan. Tapi merasa berat dan sayang banget kalau mau menyedekahkan uang kita untuk fakir walaupun jumlahnya nggak seberapa. Kedua, merasa bangga kalau berpakaian dengan merek terkenal atau dengan gaya yang beda. Tapi merasa nggak percaya diri dan malu memakai pakaian syar’i yang diperintahkan Allah dan RasulNya, misalnya kerudung dan jilbab. Atau baju koko lengkap dengan pecinya. Yang ada malah tersusun rapi dalam lemari, pas Ramadhan, baru mau dipakai tapi keburu dimakan rayap. Wuih, parah! Ketiga, merasa cool banget kalau kalau banyak tahu tentang gaya fashion terbaru, harga dan dapat di mana. Tapi merasa enjoy aja kalau nggak tahu tentang hukum—hukum Islam yang berkaitan dengan cara berpakaian, padahal itu yang wajib diketahui.
ISLAMIC FASHION
       Islam punya cara sendiri dalam berpakaian dan sebagai generasi Islam, tentunya kita musti ngikut sama aturan itu. Bukannya itu untuk kebaikan diri kita sendiri baik dunia maupun di akhirat. Iya kan? Iya dong.
       Hal yang paling penting yang jadi prinsip Islam dalam berpakaian adalah bahwa pakaian itu kudu menutup aurat secara total, tal, tal, tal! Islam sudah membatasi bahwa aurat laki - laki adalah dari pusar sampai lutut, sedangkan perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Nah, bagian - bagian aurat itu yang wajib ditutupi dengan pakaian. Pakaian yang dikenakan pun kudu cocok dengan syariat Islam, misalnya untuk perempuan, tidak ketat, tidak transparan, tidak menyerupai wanita kafir, dll. Larangan untuk laki - laki memakai pakaian berbahan sutera. Kalau prinsip ini sudah mantap dalam hati, kita bisa modifikasi model, motif, bahan, aksesoris dll, dari pakaian itu. Yang penting semuanya disesuaikan dengan syariat Islam. Ingat juga, niat di hati kita yang nggak boleh riya’ atau sombong karena pakaian yang kita pakai, musti lillahi ta’ala. Ok!  GAUN PARA BIDADARI
Gaun para bidadari! Seperti apakah gaun perempuan taqwa itu? Bukan sebatas tertutup, tapi juga sempurna. Simak deh!
Jilbab. Jilbab itu bukan kerudung. Kerudung dalam Al Qur’an terdapat dalam surah An Nuur ayat 31 disebut dengan istilah khimar, bukan jilbab. Sedangkan jilbab keterangannya terdapat dalam surah Al Ahzab ayat 59, yakni baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah, sejenis terusan atau gamis.
Kerudung. Sementara untuk kerudung atau khimar, yaitu kain penutup kepala atau apa saja yang serupa dengannya yang berfungsi menutupi seluruh kepala, leher dan dada. Nah, kalau sudah lengkap bin sempurna kedua jenis pakaian ini (jilbab dan kerudung), maka barulan perempuan dibolehkan keluar rumah menuju tempat umum. Pakaian inilah yang kelak akan akan membuat perempuan masuk JannahNya, bertemu dengan para bidadari dan para bidadari pun cemburu padanya. Subhanallah! Nah, pilih mana? Barat or Muslim? Tentukan pilihanmu sekarang! Selamat berfashion!!! Wallahu a’lam bi ash-shawab.

0 komentar:

Posting Komentar