Setiap kali kita mendengar kata ’pacaran’, akan terlintas di benak
kita sepasang anak manusia yang tengah dimabuk cinta dan dilanda asmara,
saling mengungkapkan rasa sayang serta rindu, Ketika hati udah terkena
panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya, dahsyat! Yang diingat
cuma si Dia, pengen selalu berdua, mau makan ingat si Dia, waktu tidur
mimpi si Dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu, rela ngorbanin
apa saja demi cinta, rela melakukan apa saja demi cinta, semua dilakukan
agar si dia tambah cinta. Waduh...! Gawat!
JATUH CINTA
Manusia diciptakan oleh Allah Ta’ala dengan membawa fitrah
(insting) untuk mencintai lawan jenisnya. Sebagaimana firmanNya :
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang
diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis
emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang.
Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali
yang baik (surga).” (QS. Ali-Imran : 14).
Jadi, jatuh cinta kepada lawan jenis, nggak dosa kok! Namanya
juga fitrah, datang dengan sendirinya tanpa diantar dan tanpa dijemput.
Hhe. Nah, kalau rasa cinta tadi disalurkan melalui yang namanya
‘pacaran’, itu baru dosa. Lho? Kok gitu? Jawabannya ada di halaman
berikutnya.
PACARAN DALAM ISLAM
Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang
ini tidak ada dalam Islam. Kalau ditinjau lebih jauh sebenarnya pacaran
menjadi bagian dari kultur Barat. Sebab biasanya masyarakat Barat
mengesahkan adanya fase-fase hubungan hetero seksual dalam kehidupan
manusia sebelum menikah seperti puppy love (cinta monyet), dating
(kencan), going steady (pacaran), dan engagement (tunangan). Namun Islam
jelas-jelas menyatakan bahwa berpacaran bukan jalan yang diridhai
Allah, karena banyak segi mudharatnya.
Setiap orang yang berpacaran cenderung untuk bertemu, duduk
dan pergi berdua, berboncengan, berpandangan, berpegangan tangan dan…
dan lain-lain. Ini jelas pelanggaran syari’at! Terhadap larangan bergaul
yang bukan muhrim. Islam juga menjaga sistem pergaulan.
Sebagaimana yang tercantum dalam HR Bukhari dan Muslim dari
Ibnu Abbas yang artinya: "Janganlah salah seorang di antara kamu
bersepi-sepi (berkhalwat) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan
muhrimnya." Seringkali sewaktu lagi pacaran, banyak aktivitas lain yang
hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Tidak hanya itu, Islam
sudah jelas menyatakan : "Dan janganlah kamu mendekati zinah,
sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan
yang buruk." (Q.S.Al Isra' : 32).
So, kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and nggak ada
legitimasi Islam buatnya, Adapun beribu atau berjuta alasan, tetap saja
pacaran itu haram. Tahu kan haram itu apa? Jika dilakukan mendapat dosa,
jika ditinggalkan mendapat pahala. Nah, pilih mana? Dosa atau pahala?
Pahala dong. Secara sosial kultural di kalangan masyarakat agamis,
pacaran akan mengundang fitnah, bahkan tergolong naif. Mau tidak mau,
orang yang berpacaran sedikit demi sedikit akan terkikis peresapan
ke-Islam-an dalam hatinya, bahkan bisa mengakibatkan kehancuran moral
dan akhlak. Na’udzubillah!
PACARAN UNTUK MENDAPATKAN JODOH IDEAL. BENARKAH???
Percaya sama Al-Qur’an nggak? Tercantum dalam Al Qur'an :
"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki
yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita
yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik
adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu
bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi
mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)."
Nah, bagaimana caranya agar seorang wanita mendapatkan laki-laki
yang baik? Atau bagaimana caranya agar seorang laki-laki mendapatkan
wanita yang baik? Jawabannya, mulailah dari diri sendiri. Berusahalah
menjadi individu yang baik agar Allah memberimu yang baik pula. Pacaran
bukanlah solusi untuk mendapatkan jodoh yang ideal. Justru pacaran akan
membawa seseorang ke lubang perzinahan yang dimurkai Allah SWT. Sekali
lagi, pacaran hukumnya haram! Apapun alasannya, hukum pacaran dalam
Islam tidak akan pernah berubah. Sekali haram, tetap haram!
MENUJU PERNIKAHAN TANPA PACARAN
Yang perlu diingat bahwa jodoh merupakan Qadla (ketentuan)
Allah, dimana manusia tidak punya andil untuk menentukan sama sekali,
Manusia hanya dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam. Coba
bayangkan, pacaran selama bertahun-tahun, tapi akhirnya putus? Sakit!!!
Nggak ada gunanya, yang ada malah dapat dosa. Untuk apa
menjalin hubungan yang haram sekaligus belum pasti? Untuk apa
menghabiskan masa remaja dengan hal yang tidak berguna? Untuk apa
berpacaran kalau akhirnya putus juga? Untuk apa mengaku Islam kalau
ternyata yang haram dilakukan? Kan nggak
lucu!
Pernikahan adalah jalan indah menjalani cinta. Sebelum engkau
mampu menjalaninya, tak ada jalan lain kecuali dengan menjaga hati dan
pergaulan. Seringkali, di antara kita ada yang bertanya : “Kalau nggak
pacaran, gimana bisa nikah?” Jawabannya : “Ya bisalah!” Nah, ini
hebatnya Islam! Islam tidak hanya mengatur kita dalam hal ibadah, Islam
mengatur kita mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Islam punya
cara jitu untuk membimbing kita menuju pernikahan dengan cara-cara yang
diridhai Allah SWT, pastinya bukan dengan pacaran. Islam mengenal yang
namanya Ta’aruf.
Ta’aruf adalah proses perkenalan antara seorang wanita dan
laki-laki untuk menuju pernikahan. Itupun dilakukan tidak berduaan.
Ta’aruf dihadiri oleh pihak keluarga. Apabila dalam proses perkenalan
ini, pihak wanita dan laki-laki merasa cocok, maka akan dilanjutkan ke
walimah. (pernikahan).
Apabila telah ada ikatan yang sah (pernikahan), maka tidak
ada lagi batasan-batasan antara wanita dan laki-laki tersebut. Berduaan,
bersentuhan, berpandangan, berpegangan tangan dan semacamnya hukumnya
halal justru bernilai pahala di sisi-Nya.
Nah, sudah tahu kan sambungan dari judul buletin? PACARAN
BOLEH, TAPI... SETELAH MENIKAH. Ayolah Akhi dan Ukhti, jadikan Al-Qur’an
dan As-Sunnah sebagai pedoman hidupmu. Meskipun sulit dan banyak
rintangannya, yakinlah, Allah SWT punya rencana yang indah untuk kita.
Wallahu a’lam bi ash-shawab.
0 komentar:
Posting Komentar